Cek KRS


Setelah menyelesaikan masa perkuliahan dalam satu semester pasti mahasiswa menunggu nilai yang diperoleh selama satu semester yang sudah dijalani. Pada saat inilah masalah banyak terjadi tidak hanya dari kampus saya namun juga kampus lain bahkan kampus negeri juga mengalaminya. Apakah yang dialami mahasiswa? Iyak!! Tidak lain tidak bukan adalah sulitnya akses untuk melihat nilai. Memang sangat sulit dengan server yang tidak besar namun berhharap banyak. Ibarat pintu untuk satu orang dimasuki oleh sepuluh orang dalam waktu yang sama, apa bisa? Tentu tidak. Maka dari itu ada beberapa saran dari saya tapi mungkin benar dan mungkin juga tidak. Berikut saran saya:
  •        Memperbesar server kampus yang membutuhkan biaya besar tapi dampaknya juga akan sangat besar
  •        Membagi waktu sesuai dengan tahun masuk, solusi ini juga membutuhkan server yang besar namun tidak sebesar jika membuat server yang dapat dimasuki semua mahasiswa dalam satu waktu.
  •        Memberi sanksi kepada mahsiswa yang melanggar aturan akses nilai

PSA ONLINE?



PSA ONLINE?
Banyak yang saya tanyakan dengan salah satu system yang tidak hanya pengurusan krs tetapi juga pengurusan pembayaran kuliah. Keanehan yang menurut saya terjadi adalah ketika kata online yang berkonotasi meenggunakan jaringan internet namun harus tetap mengurusnya dikampus. Kita sebagai mahasiswa harus memiliki pikiran yang terbuka dengan ini semua, mengapa hal yang seharusnya mudah malah cenderung dipersulit dengan berbagai hal. Hal yang saya soroti tentang pengurusan blangko PSA online ini adalah:

  • ·        Kenapa harus ada pembagian masa pembayaran? Menurut saya hal ini tidak perlu ada dikarenakan kampus cukup memberi batas waktu dan potongan sesuai dengan masa pembayaran yang dapat diatur oleh bank. Bank pasti mempunyai system sendiri untuk melakukan hal itu dan tidak mungkin bank tidak ada system seperti itu apalagi ini merupakan transaksi yang bukan hanya dilakukan ratusan orang.

  • ·        Kenapa harus mengurus balngko via kampus? Ini adalah hal yang menggelitik karena dizaman yang semakin maju kami harus tetap mengurus blangko dengan antrian yang kadang sangat panjang. Sekali lagi pasti bank mempunyai solusi yang seharusnya bisa lebih baik dari ini.

Mungkin itu hanya sedikit pendapat dari saya dan saran saya agar pihak bank dan kampus harus membuat system yang lebih baik karena melihat kampus lain sudah semakin maju justru kampus kami tercinta belum melaksanakan system online yang optimal.

Belajar latex

\documentclass[a4paper,12pt]{article}
\usepackage{color}
\begin{document}
\begin{flushleft}
\underline{Nama:Udin }\\
\bf{Kelas:1KA100}\\
\it{NPM:17113756}
\end{flushleft}
\begin{center}
\textcolor{cyan}{LabSI adalah salah satu praktikum tambahan untuk mahasiswa Universitas Gunadarma.} \textcolor{red}{Praktikum ini tersedia di gedung 5 kampus e depok.} \textcolor{yellow}{ketika akan masuk laboratorium ini kita harus membuka sepatu dan juga menaruh tas kita didepan.} \textcolor{magenta}{Kelas kami 1KA100 mendapat jadwal untuk praktikum pada hari jum'at dengan materi pengenalan Latex.} \textcolor{green}{Semoga dengan adanya LabSI ini kelas kami dapat mempelajari hal yang baru dan juga dapat kami aplikasikan kedepannya.}
\end{center}
\end{document}

Ø  Logika penulisan program first.tex:
·         \documentclass[a4paper,12pt]{article}
§  Kelas dokumen adalah awal pembentukan logika dalam latex.
§  [a4paper,12pt] adalah option yang dapat mengatur ukuran kertas dan juga ukuran font. Dalam first.tex ini ditentukan ukuran kertas a4 dan juga font ukuran 12.
§  {article} adalah class yang dapat diganti menjadi report,article,book,letter
·         \usepackage{color}
§  Logika ini digunakan untuk penggunaan warna pada tulisan yang kita buat.
·         \begin{document}
§  Logika ini digunakan untuk memulai document setelah logika sebelumnya menjabarkan ukuran kertas,font,dan menambahkan warna.
·         begin{flushleft}
§  logika ini digunakan untuk memulai penulisan teks dari bagian kiri.
·         \underline{Nama: Muhammad.Arief.Setiawan}//
§  Logika underline digunakan untuk memberi garis bawah pada teks yang kita akan tulis.
§  Dibagian kalimat akhir dapat ditambahkan karakter (“\\”) . karakter tersebut dapat digunakan untuk mengganti paragraf.
·         \bf{Kelas:1KA100}\\
§  Logika bf digunakan untuk menebalkan kata yang berada dalam kurung kurawal.
·         \it{NPM:17113756}
§  Logika it digunakan untuk memberi efek italic pada kata yang terdapat dalam kurung kurawal.
·         \end{flushleft}
§  Logika end digunakan untuk mengakhiri logika begin{flushleft} yang sudah dibuat terlebih dahulu.
·         \begin{center}
§  Logika center ini digunakan untuk memposisikan kata atau kalimat dibagian tengah.
·         \textcolor{cyan}\textcolor{red}\textcolor{yellow}\textcolor{magenta}\textcolor{green}
§  Logika \textcolor{cyan} digunakan untuk memberi warna pada kata atau kalimat yang kita inginkan dan pada hal ini kalimat pada first.tex menggunakan warna cyan,red,yellow,magenta,dan juga green.
·         \end{center}
§  Logika ini digunakan untuk mengakhiri kata atau kalimat yang baru saja dibuat tadi dengan posisi center.
·         \end{document}
§  Logika ini digunakan untuk mengakhiri document first.tex yang telah dibuat tadi.






 

Edisi Agamis



Sumpah dan Nazar

Sumpah adalah menjanjikan sesuatu dengan menyebut nama AllAH yang tertentu atau menyebut nama Allah.Yang di maksud dengan sumpah dengan sifat sifat Allah yaitu seperti sumpah dengan makhluk ciptaannya dan sumpah yang di karenakan ketidak sengajaan.Kedua sumpah ini hukumnya adalah tidak sah dan tidak wajib untuk di tepaati.Rasulullah pun pernah bersumpah yaitu :
Demi Allah sesungguhnya saya akan memerangi kaum Quraisy” HR.Abu Dawud
Sah dan tidaknya suatu sumpah:
1.       Mukallaf ( berakal dan telah baligh ).Bila anak kecil dan orang gila bersumpahh tidak sah.
2.       Kemauan sendiri. Bila sumpah di karenakan paksaan orang lain maka hukumnya adalah tidak sah.
3.       Sengaja.orang yang tidak sengaja bersumpah maka tidak sah sumpahnya.
Jika seseorang tidak bias memenuhi sumpahnya dia terkena denda kafarat.macam macam denda kafarat untuk sumpah ini ada 3 macam yaitu :
1.       Memberi makan 10 orang miskin .
2.       Memberi pakaian kepada 10 orang miskin
3.       Memerdekakan hamba sahaya.
Nazar adalah janji tentang kebaikan yang asalnya tidak wajib menurut syariat menjadi wajib ketika sudah di nazarkan.
Rasulullah bersabda : “ barang siapa bernazar akan menaati Allah hendaklah dia kerjakan “HR.Bukhari
Ada dua macam jenis nazar yaitu:
1.       Menjanjikan ibadah apabila ia mendapat nikmat atau jika terhindar dari bahaya.
2.       Mewajibkan ibadah dengan tidak ada sebabnya.
Nazar kedua menurut para ulama hukumnya adalah wajib untuk di tepati sebagaimana nazar yang dia janjikan bagaimana dengan nazar yang pertama?? .yang menguatkannya adalah hadis dan ayat ad-dahr,7 “Nereka menunaikan nazarnya “ menurut mazhab syafi’i.Sebagian ulama berpendapat bahwa nazar yang pertama tidak sah dan tidak wajib untuk di tepati.
Bagaimana kalau kita bernazar untuk berbuat maksiat ?? Rasulullah bersabda :
“ barang siapa bernazar akan berbuat maksiat,jangan lah ia kerjakan maksiat itu.

Resensi Film Guru Bangsa Tjokroaminoto IBD PART 2



Genre              : Drama Biografi Sejarah
Director           : Garin Nugroho
Writer              : Ari Syarif
 Sabrang Mowo Damar Panuluh
 Erik Supit
Producer          : Christine Hakim
Production      : Picklock Production
Cast                 :Reza Rahadian
 Christine Hakim
Alex Abbad
Egi Fedly
Chelsea Islan
Maia Estianty
Alex Komang
Ibnu Jamil
Deva Mahendra
Tanta Ginting
Putri Ayudya
Sujiwo Tejo
Christoffer Nelwan
Arjan Onderdenwijngaard


Durasi              : 160 menit



v  Alur Cerita
            Film ‘Guru Bangsa Tjokroaminoto’ ini dimulai dengan tampilan hitam putih pada layar yang menggambarkan kondisi Tjokroaminoto (Reza Rahardian) yang kala itu tengah dipenjara Kalisosok oleh pihak belanda. Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto. Lahir di Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur pada tanggal 16 Agustus 1882. Terlahir dari kaum bangsawan Jawa dengan latar ajaran Islam yang sangat kuat. Tjokroaminoto adalah seorang anak dari salah satu orang terpandang pada masa itu yaitu Tjokroamiseno. Tjokroaminoto juga merupakan cicit dari seorang kiai terpandang yaitu kiai Bagoes Kasan Besari. Terdapat satu kata yang sangat penting dalam film ini yaitu “Hijrah”, kata itulah yang membuat Tjokroaminoto sudah memikirkan masa depan rakyat yang terjajah sejak kecil. Dikelas ketika Tjokroaminoto sedang mengerjai kawan dari negara belanda dan pada saat itu datanglah guru dari belanda masuk ke kelas. Pada saat itu terlihat sekali perjuangan seorang Tjokro sudah ada sejak kecil kareana ketika dihukum oleh gurunya yang merupakan bangsa Belanda dia banyak mengatakan tentang bagaimana belanda memeras Indonesia yang membuat Tjokro dikeluarkan dari kelas.
            Setelah Tjokro besar, dia dinikahkan oleh anak seorang bupati yang bernama Mangunsewo ( Sudjiwo Tedjo ), anaknya itu bernama Soeharsikin. Tjokro sempat menjadi pegawai perkebunan namun tidak lama setelahnya dia dipecat oleh sang meneer belanda karena tjokro berani untuk mengungkapkan pendapatnya kepada sang meneer. Tjokro dipecat dari perkebunan dan dianggap memperburuk citra keluarga Mangunsewo. Tjokro sempat berpindah ke Semarang. Tentunya, kepergian nya tak selama nya, karena beliau kembali lagi setelah anaknya lahir dan kembali pergi membawa anak serta istri nya untuk menempati rumah di Surabaya yang kemudian dijadikan rumah kost untuk para calon pemimpin besar menimba ilmu padanya. 
            Di Surabaya Tjokro bekerja di salah satu surat kabar pada masa itu dengan tulisan-tulisan di dalam surat kabar itu sangat mengecam pemerintahan kolonial Belanda. Di Surabaya pula Tjokro bertemu dengan Stella( Chelsea Islan ) yang merupakan anak berdarah Indo-Belanda yang terancam dipulangkan belanda kenegara asal ayahnya. Stella banyak bertanya kepada Tjokro seperti pertanyaan tentang nama Indonesia, dan meminta bantuan Tjokro untuk menolong dia agar tidak dipulangkan ke Belanda. Pada saat di Surabaya pula Tjokroaminoto bertemu dengan tokoh-tokoh yang nantinya akan menjadi pendukung negara Indonesia dan juga menjadi orang yang berusaha merubah ideologi bangsa. Orang orang itu adalah Agus Salim (Ibnu Jamil), Semaoen (Tanta Ginting), Koesno/Soekarno (Deva Mahendra).
            Saat di Surabaya Tjokroaminoto dan kawan kawannya membuat perkumpulan Sarekat Islam (pada awalnya bernama Sarekat Dagang Islam) yang memiliki 2 juta anggota di seluruh Indonesia, jargon Tjokroaminoto yang sering diucapkan adalah “Sama Rata Sama Rasa”. Sarekat Islam ini banyak melakukan perubahan pada sisi sosial politik dan agama yang sangat digambarkan dengan baik di film ini. Konflik yang terjadi dalam Sarekat Islam adalah karena ketidakpuasan Semaoen dan juga dua kawannya terhadap Belanda yang menganggap Tjokroaminoto terlalu lama dalam pergerakannya.  Karena hal ini Semaoen dan kedua kawannya memutuskan untuk keluar dari Sarekat Islam dan membentuk Sarekat Islam Merah, perkumpulan ini yang akhirnya mendukung pergerakan PKI di Indonesia.
Sekalipun SI tidak secara tegas menyatakan dirinya sebagai partai politik, namun tindak-tanduknya jelas-jelas menentang sikap penjajahan di Indonesia. Aksi-aksi SI di daerah-daerah seantiasa membela kepentingan rakyat, terkadang sampai kepada perlawanan yang mengakibatkan pertumpahan darah. Peristiwa di Cimareme, Garut, telah menyebabkan Tjokroaminoto ditangkap dan ditahan di penjara. Sampai pada akhir dari cerita ini makna hijrah masih membuat bingung Tjokroaminoto dan menganggap hijrahnya itu adalah berpindah dari satu penjara kepenjara lain. Setelah hampir sembilan Tjokro dipenjara, ia dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah.

v  Filosofi dalam Film
            Dalam film ini kita dapat mengetahui sosok Tjokroaminoto sebagai seorang pemimpin yang memiliki karakter yang tenang, tegas, berintegritas dan cerdas. Kepada sesamanya ia rendah hati, menginspirasi dan membesarkan hati mereka. Saking idealisnya tokoh Tjokro, ia bahkan terkadang harus mengorbankan keperluan dan kepentingan pribadinya, yang bahkan sebenarnya sama sekali tidak bisa menunggu. Dalam filmnya ini juga menunjukkan bahwa seorang pemimpin pun juga tetaplah seorang manusia yang tidak sempurna dan tidak bisa memuaskan semua pihak.
            Film ini juga menggambarkan perjuangan Tjokroaminoto terhadap negaranya tanpa menggunakan kekerasan, bagaimana tokoh Tjokroaminoto menghimpun, mendidik dan menjaga keharmonisan rakyat yang dibinanya, walaupun kadang harus mengorbankan kepentingan dirinya sendiri.

v  Komentar
            Film ‘Guru Bangsa Tjokroaminoto’ ini layak ditonton bagi para generasi muda Indonesia. Terutama bagi mereka yang ingin mengetahui ataupun mempelajari sejarah dari tokoh Tjokroaminoto. Dalam film ini kita dapat mempelajari bagaimana Tjokro yang berjuang untuk bangsa Indonesia tanpa menggunakan kekerasan, mendidik dan menghimpun rakyatnya walaupun mengorbankan kepentingannya sendiri. Film ini memang menceritakan bagaimana Sarekat Islam berjuang, namun adegan-adegan dalam film tidak menitikberatkan adegan-adegan yang sangat Islami, sehingga kita dapat merasakan bahwa perjuangan SI dan Tjokroaminoto tidak hanya sebatas kamu Muslim saja. Walaupun film ini merupakan sebuah biografi namun terdapat beberapa adegan komedi yang cukup menghibur.